Hai Sobat Sopan!
Tidak sedikit orang yang melawankan antara menabung dan investasi. Mereka menganggap menabung itu sudah kuno. Alih-alih menabung, lebih baik jika dana yang kita punya diinvestasikan.
Tabungan sering dianggap sebagai uang yang “mengendap” karena pertumbuhannya relatif kecil. Lagipula memang kebanyakan orang menabung untuk menyimpan atau mengumpulkan uang yang akan mereka gunakan di kemudian hari.
Memang nominal uang tabungan kita bisa bertambah dengan adanya bunga. Namun, bisa juga terjadi, pertumbuhan tersebut tidak mengimbangi inflasi dan biaya, sehingga meski nilai nominal uang kita bertambah, nilai riilnya bisa saja menurun.
Karena itulah, banyak pakar keuangan menyarankan kita untuk mulai berinvestasi. Investasi diajarkan di banyak tempat, baik secara daring maupun luring, sebagai bagian dari literasi keuangan. Saran untuk mulai berinvestasi tentu tidak salah. Faktanya, masih banyak orang yang rajin menabung, tetapi belum memahami apa itu investasi dan bagaimana cara kerjanya.
Meski begitu, tabungan sebenarnya tidak perlu dilawankan dengan investasi. Keduanya justru saling melengkapi. Dengan memadukan tabungan dan investasi, Sobat bisa membangun fondasi keuangan yang lebih kuat dan seimbang.
Apa itu menabung?
Menabung artinya kita menyisihkan sebagian pendapatan hari ini untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. Misalnya, Sobat berencana memberi hadiah kejutan untuk pasangan tercinta. Untuk mempersiapkan dananya, Sobat mulai menyisihkan Rp1 juta setiap bulan dari gaji. Dengan cara ini, terkumpullah dana yang cukup untuk membeli barang yang akan Sobat hadiahkan ketika saatnya tiba.
Di Indonesia, kebiasaan menabung sebenarnya sudah mengakar sejak lama. Sejak kecil, kita banyak diperkenalkan pada konsep menabung, baik di keluarga, sekolah, maupun masyarakat. "Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit," demikian kata orangtua dan guru-guru untuk membiasakan anak-anak menabung.
Jauh sebelum bank hadir di mana-mana seperti sekarang, masyarakat sudah terbiasa menyimpan uang dengan cara sederhana. Yang paling umum menggunakan celengan plastik atau tanah liat. Sampai sekarang masaih ada yang menjual dan menggunakan celengan ini, utamanya untuk mengumpulkan uang receh.
Di pedesaan Jawa, bambu tiang rumah juga bisa difungsikan sebagai celengan. Tinggal buat lubang di bagian atas dengan gergaji sebagai tempat masuknya uang. Tetapi awas... kalau lupa lama-lama uang bisa hancur dimakan rayap.
Kebiasaan yang sudah dilakukan masyarakat sejak dulu tersebut menunjukkan bahwa menabung bukan hal baru bagi kita. Menabung sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Seiring berjalannya waktu, fungsi tabungan berkembang. Saat ini tabungan tidak lagi hanya digunakan untuk menyimpan uang, tetapi juga untuk mendukung berbagai transaksi harian, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usaha. Tabungan bisa digunakan untuk menerima gaji, melakukan pembayaran, hingga mengelola arus kas dengan lebih praktis.
Dengan risiko yang relatif rendah dan mudah dicairkan kapan saja, tabungan merupakan cara aman dan praktis untuk mencapai tujuan finansial jangka pendek, tetapi kurang optimal sebagai instrumen jangka panjang. Imbal hasil tabungan relatif kecil sehingga pertumbuhan nilainya berlangsung secara perlahan.
Sebagai instrumen keuangan untuk jangka yang lebih panjang, Sobat sebaiknya memanfaatkan investasi.
Apa itu investasi?
Berbeda dengan tabungan yang bertujuan mengumpulkan dan menyimpan uang untuk digunakan saat dibutuhkan, investasi dilakukan agar uang kita mengalami pertumbuhan nilai seiring waktu.
Secara umum ada tiga jenis keuntungan yang dapat diperoleh melalui investasi, yaitu dari naiknya harga aset investasi dibandingkan harga beli, dari pendapatan berkala (misalnya, dividen dari saham, kupon atau bunga dari obligasi, dan hasil sewa dari properti), atau kombinasi keduanya.
Terdapat beragam instrumen investasi, di antaranya emas, saham, obligasi, properti, reksa dana, hingga mata uang asing. Masing-masing instrumen memiliki karakteristik, potensi imbal hasil, dan tingkat risiko yang berbeda.
Biasanya, orang berinvestasi untuk tujuan jangka menengah hingga panjang. Dalam jangka waktu tersebut, peluang pertumbuhan nilai lebih terbuka, meskipun nilainya bisa naik dan turun. Karena itu investasi selalu mengandung risiko, termasuk kemungkinan nilai aset menurun dalam jangka waktu tertentu.
Maka itu, jika ingin berinvestasi, Sobat perlu memahami tujuan keuangan yang ingin dicapai, kapan dana akan digunakan, serta seberapa besar risiko yang siap ditanggung. Investasi bukanlah tabungan. Nilai uang dalam investasi dapat naik dan turun mengikuti mekanisme instrumen dan kondisi pasar.
Apa perbedaan utamanya?
Jelas bahwa tabungan berbeda dengan investasi, sebagaimana akan diuraikan berikut dengan lebih rinci. Namun, perbedaan yang ada bukan berarti bahwa kita harus memilih salah satunya dan mengabaikan yang lain. Perbedaan antara tabungan dan investasi justru menunjukkan bahwa keduanya merupakan strategi keuangan yang saling melengkapi.
Wujud Simpanan
- Tabungan: Umumnya berbentuk dana cair yang disimpan sendiri maupun di bank. Selain tabungan konvensional, bank juga menyediakan tabungan berjangka dan deposito dengan ketentuan jangka waktu tertentu.
- Investasi: Berwujud aset berharga yang dibeli dengan dana. Bentuknya bisa berupa emas, saham, reksa dana, properti, maupun instrumen lainnya.
Tujuan Finansial
- Tabungan: Dipakai untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, sebagai dana darurat, dan untuk mengelola arus kas harian.
- Investasi: Digunakan untuk tujuan keuangan jangka menengah hingga panjang, seperti dana pendidikan, pembelian aset, atau persiapan pensiun.
Risiko
- Tabungan: Memiliki risiko yang sangat rendah, dengan risiko utama penurunan daya beli akibat inflasi.
- Investasi: Mengandung risiko yang lebih tinggi, termasuk fluktuasi nilai dan potensi kerugian, yang tergantung pada jenis instrumen dan strategi investasi yang digunakan.
Potensi Imbal Hasil
- Tabungan: Memberikan imbal hasil yang relatif rendah dan stabil, umumnya dalam bentuk bunga.
- Investasi: Menawarkan potensi imbal hasil yang lebih besar, terutama dalam jangka panjang, meskipun disertai risiko naik-turunnya nilai.
Aksesibilitas dan Likuiditas
- Tabungan: Umumnya mudah diakses dan dicairkan; kecuali untuk tabungan berjangka yang memiliki batas waktu pencairan.
- Investasi: Likuiditas berbeda-beda, tergantung instrumen yang dipilih dan ketentuan yang berlaku.
Kelebihan Menabung
Uang yang disimpan dalam tabungan mudah diakses. Apalagi dengan adanya ATM dan mobile banking, tabungan dapat diambil kapan saja sehingga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun transaksi rutin. Dengan sifatnya yang fleksibel ini, tabungan dapat membantu Sobat dalam mengelola arus kas harian.
Tabungan juga merupakan instrumen keuangan yang paling aman karena diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Nilainya stabil, tidak naik-turun seperti investasi yang mengikuti fluktuasi pasar. Prosesnya pun relatif sederhana, tidak memerlukan pengetahuan teknis yang rumit, sehingga tabungan bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan.
Dengan karakteristik tersebut, tabungan menjadi pilihan utama untuk menyimpan dana jangka pendek dan dana darurat. Dengan memiliki tabungan, Sobat memiliki cadangan dana yang siap dipakai saat menghadapi kondisi tak terduga, tanpa perlu mengambil keputusan finansial yang berisiko.
Lebih dari itu, dengan terbiasa menabung Sobat akan menjadi lebih disiplin dalam mengelola keuangan. Secara rutin menyisihkan pendapatan melatih kesadaran untuk mengatur pengeluaran, menjadi langkah awal menuju perencanaan keuangan lebih lanjut.
Kelebihan Investasi
Investasi memungkinkan nilai aset tumbuh lebih optimal dibandingkan jika Sobat hanya menabung, terutama jika dilakukan dalam jangka menengah hingga panjang. Melalui investasi, uang yang Sobat miliki berpotensi berkembang seiring waktu. Tentu ini dapat mendukung Sobat dalam pencapaian rencana keuangan masa depan, termasuk untuk mencapai kebebasan finansial.
Beberapa jenis instrumen investasi juga dapat membantu Sobat menjaga nilai uang dari dampak inflasi. Ketika harga barang dan jasa terus meningkat, investasi dapat menjadi sarana untuk mempertahankan bahkan meningkatkan nilai uang. Ini membuat investasi lebih relevan untuk tujuan keuangan jangka panjang.
Selain itu, aktivitas investasi mendorong kebiasaan perencanaan keuangan yang lebih terarah. Untuk dapat berinvestasi secara optimal, Sobat perlu menetapkan tujuan, memahami jangka waktu, dan menyesuaikan pilihan dengan toleransi risiko. Semua langkah tersebut melatih Sobat dalam pengambilan keputusan finansial yang lebih matang dan berkelanjutan.
Menabung dan Investasi: Saling Melengkapi
Menabung dan investasi memiliki peran yang berbeda, tetapi tidak berlawanan. Keduanya justru saling melengkapi. Tabungan berperan sebagai fondasi stabilitas keuangan. Melalui tabungan, Sobat dapat mengelola kebutuhan rutin, menjaga likuiditas keuangan, dan menyiapkan dana darurat untuk menghadapi kondisi tak terduga.
Sebaliknya, investasi berperan sebagai sarana pertumbuhan nilai aset. Dengan berinvestasi, Sobat memberi kesempatan bagi uang untuk berkembang dalam jangka menengah hingga panjang. Dengan cara itu, tujuan keuangan yang lebih besar dapat dicapai secara bertahap.
Dengan memadukan tabungan dan investasi, Sobat memiliki strategi keuangan yang lebih seimbang: tabungan memberikan rasa aman dan kesiapan jangka pendek, sementara investasi membantu membangun keberlanjutan finansial jangka panjang.
Kapan Harus Menabung, dan Kapan Harus Berinvestasi?
Jawabannya tergantung kebutuhan, kondisi keuangan, toleransi Sobat terhadap risiko. Ingat, tabungan relatif aman, tetapi penambahan nilainya juga perlahan. Sementara investasi memungkinkan Sobat mendapatkan imbal hasil yang besar, tetapi juga dengan risiko yang lebih tinggi.
Jika Sobat membutuhkan dana dalam waktu dekat, misalnya untuk liburan tahun depan, membeli barang, atau menyiapkan dana darurat, maka menabung merupakan pilihan yang paling aman. Dana di tabungan relatif mudah diakses, cocok untuk kebutuhan jangka pendek dan situasi yang tidak terduga.
Sebaliknya, jika tujuan keuangan Sobat masih beberapa tahun ke depan, seperti menyiapkan dana pensiun, membeli rumah, atau membiayai pendidikan, investasi layak dipertimbangkan. Dengan jangka waktu yang lebih panjang, investasi memberikan potensi pertumbuhan nilai yang lebih besar, meskipun disertai risiko yang perlu dipahami dan dikelola.
Namun, seperti yang telah dijelaskan, Sobat tidak harus berhenti menabung dan fokus pada investasi, atau sebaliknya. Strategi keuangan yang paling baik adalah justru ketika keduanya dikombinasikan. Menabung membantu Sobat menjaga kestabilan dan kesiapan keuangan jangka pendek, sementara investasi berperan dalam membangun nilai dan keberlanjutan keuangan di masa depan.
Demikian pembahasan kali ini, Sobat Sopan.
Nantikan tulisan-tulisan menarik lainnya seputar pendanaan dan pengelolaan usaha di Sopan Bos (Solusi Pendanaan Bonar Silalahi).

